TABLOIDELEMEN.com – Pembahasan sistem pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berlangsung amat alot hingga memicu penundaan persidangan Komisi Organisasi.
Perdebatan tajam mencuat lantaran perbedaan pandangan mendasar di antara para peserta sidang.
Sebagian peserta mendesak pemilihan ketum melalui mekanisme pemungutan suara atau voting secara langsung.
Sementara itu, kelompok peserta lain mempertahankan usulan pemilihan melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Pimpinan sidang, Prof. Mohammad Nuh, mengambil keputusan tegas untuk menghentikan sementara jalannya musyawarah pada Sabtu 29 Agustus 2026 sore.
Langkah ini menjaga suasana persidangan tetap kondusif serta mencegah pembahasan melampaui batas waktu ibadah.
Prof. Mohammad Nuh menilai penundaan agenda menjadi pilihan paling tepat agar seluruh pihak memperoleh jeda berpikir.
“Jadi sekali lagi untuk memberikan kesempatan kepada seksi atau si persidangan kita skors terlebih dulu,” ujar Mohammad Nuh.
Keputusan Final Sistem Pemilihan Ketum PBNU
Penetapan skors sidang juga mempertimbangkan waktu pelaksanaan ibadah Maghrib yang makin dekat.
Mohammad Nuh khawatir diskusi berkepanjangan tanpa hasil akan menyita energi para peserta.
Keputusan penundaan memberi ruang bagi tiap fraksi untuk mematangkan opsi terbaik sebelum pengambilan keputusan final.
“Sekarang jam 16.49. Hampir pasti nanti ini akan nabrak Maghrib kalau kita teruskan. Oleh karena itu kita akan lanjutkan jam 19.00,” ucap Mohammad Nuh.
Para peserta bersiap mengambil keputusan krusial usai masa skors berakhir pada malam hari.
Mekanisme voting akan menjadi jalan keluar penentu dalam menetapkan sistem pemilihan Ketum PBNU, baik melalui voting langsung maupun skema AHWA.
Mohammad Nuh berharap seluruh rangkaian proses ini melahirkan kesepakatan terbaik bagi masa depan organisasi.
“Kita akan masuk ke wilayah voting jam 19.00. Sekali lagi terima kasih banyak atas kerjasama panjengan semua. Mudah-mudahan ini cara yang terbaik,” kata Mohammad Nuh.
pemilihan ketum pbnu, pbnu, muktamar pbnu, mohammad nuh, voting pbnu, ahwa pbnu

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita











