TABLOIDELEMEN.com – Nilai tukar rupiah menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terbaru pada penutupan perdagangan
Data Refinitiv menunjukkan mata uang rupiah melemah 0,49 persen ke posisi Rp17.490 per dolar AS.
Merespons kondisi tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai mengambil langkah konkret membantu Bank Indonesia mengendalikan tekanan kurs.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan segera bergerak.
“Kemenkeu akan memanfaatkan skema Bond Stabilization Fund (BSF) untuk mengintervensi pasar obligasi.,” k ata Purbaya
Meski demikian, Purbaya masih merahasiakan taktik teknis penggunaan dana tersebut.
“Strateginya masih rahasia, kalau kasih tahu nanti musuh tahu,” tegasnya.
Pemerintah berencana menjaga tingkat imbal hasil (yield) agar tetap kompetitif dengan membeli surat utang yang investor asing lepas.
Upaya ini bertujuan menahan pelarian modal sehingga berdampak positif pada nilai tukar.
Purbaya menegaskan kebijakan tersebut pada tahap awal akan mengandalkan kas negara secara mandiri.
“Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga,” paparnya.
Terkait desakan Ketua DPR RI Puan Maharani yang meminta penjelasan mengenai terpuruknya rupiah, Purbaya menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan legislatif.
Walaupun tetap menekankan bahwa stabilitas kurs merupakan ranah bank sentral, Kemenkeu akan tetap bersikap kooperatif.
“Belum, tapi kalau rupiah itu urusan bank sentral, bukan urusan kementerian keuangan ya. Mau panggil, iya kita siap,” kata Purbaya.
Ia menambahkan posisi pemerintah saat ini cenderung pasif menunggu undangan resmi dari DPR.
“Saya belum tahu, belum ada undangannya. Tapi saya siap. Kalau saya kan pasif di situ, urusan bank sentral saja yang menjelaskan kenapa,” tegas Purbaya

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News









