Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Melanjutkan Tren Penguatan Terhadap Dolar

Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan tren penguatan terhadap dolar AS seiring melemahnya ekspektasi kebijakan hawkish The Fed di pasar global.
Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan tren penguatan terhadap dolar AS seiring melemahnya ekspektasi kebijakan hawkish The Fed di pasar global.

Analisis Teknikal Pergerakan Nilai Tukar Rupiah di Pasar Valuta

Grafik jangka pendek pasangan USD/IDR menunjukkan tren penurunan harga yang volatil.

Sebelumnya, grafik sempat melonjak pada kisaran atas Rp17.800,0 sebelum akhirnya mengalami pelemahan lanjutan.

Penurunan tajam terjadi menjelang akhir sesi perdagangan hingga menembus garis batas penutupan sebelumnya.

Kurva bergerak menembus tajam menuju area support utama pada kisaran Rp17.683,6.

Memasuki sesi perdagangan terkini, grafik mulai menampilkan pola pembalikan arah atau rebound minor dari titik terendahnya.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

Laju pergerakan harga kembali merangkak naik secara perlahan di sekitar area Rp17.717.

Kendati demikian, posisi kurs masih tertahan dalam zona merah di bawah batas penutupan hari sebelumnya.

Pengaruh Sentimen Eksternal The Fed dan Kondisi Geopolitik Global

Para pelaku pasar aktif mengamati rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan tren pelemahan.

Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa The Federal Reserve akan mengambil kebijakan yang tidak terlalu hawkish pada pertemuan FOMC mendatang.

Ekspektasi pasar ini menekan indeks dolar AS secara global sekaligus memberi ruang penguatan bagi mata uang emerging market.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor risiko eksternal yang membayangi pasar keuangan.

Namun, dampak isu geopolitik tersebut terhadap pergerakan rupiah selama beberapa hari terakhir relatif terbatas.

Penguatan rupiah tetap berpeluang berlanjut seiring derasnya dukungan sentimen positif dari pelemahan dolar AS

 

Acer2026