Nanang Hendarno Resmi Menjadi Direktur Utama Telkom Indonesia

Nanang Hendarno resmi menjadi Direktur Utama Telkom Indonesia menggantikan Dian Siswarini melalui RUPSLB untuk menguatkan efisiensi dan transformasi bisnis.
Nanang Hendarno resmi menjadi Direktur Utama Telkom Indonesia menggantikan Dian Siswarini melalui RUPSLB untuk menguatkan efisiensi dan transformasi bisnis.

TABLOIDELEMEN.com – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pengangkatan Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Nanang Hendarno menggantikan Dian Siswarini yang mengemban amanah sejak 27 Mei 2025.

Sebelum memimpin perseroan, Nanang Hendarno menduduki posisi Direktur Network Telkom Indonesia.

Reorganisasi jajaran direksi ini berlangsung melalui rapat berformat dalam jaringan pada Rabu 30 September 2026.

RUPSLB turut menetapkan perubahan dua posisi direksi lainnya secara serentak.

Bacaan Lainnya

Pemegang saham memilih Kharim IG Siregar sebagai Direktur IT Digital menggantikan Faizal Rochmad Djoemadi.

Sementara itu, Radita Ali Putra menduduki jabatan Direktur Wholesale & International Service menggantikan Budi Satria.

Pemisahan Segmen Usaha Wholesale Fiber Connectivity Telkom

Selain perombakan manajemen, RUPSLB merestui rencana pemisahan segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity Tahap-2 kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia.

Langkah konsolidasi bisnis, aset, serta liabilitas ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan fleksibilitas pengembangan usaha.

Pemisahan Tahap-2 mengacu pada kelanjutan transaksi strategis yang berawal sejak 12 Desember 2025.

Konsolidasi infrastruktur ini mencerminkan langkah strategis yang pas dengan tren global industri telekomunikasi masa kini.

Pembentukan entitas khusus pengelola jaringan dapat mengoptimalkan nilai perusahaan melalui pengelolaan aset secara terintegrasi.

Pasca-transaksi pemisahan usaha, kepemilikan saham Telkom Indonesia di PT Telkom Infrastruktur Indonesia mencapai angka 99,9999999 persen.

Sementara itu, PT Multimedia Nusantara memegang porsi sisa sebesar 0,0000001 persen.

Manajemen memastikan proses transformasi bisnis ini tidak mengubah porsi kepemilikan saham para pemegang saham perseroan.