Nahdlatul Ulama Lebaran di Weton Sabtu Pahing, Karakteristik Neptu Tertinggi Berdasarkan Primbon Jawa

Nahdlatul Ulama Lebaran di Weton Sabtu Pahing, Karakteristik Neptu Tertinggi
Nahdlatul Ulama Lebaran di Weton Sabtu Pahing, Karakteristik Neptu Tertinggi

TABLOIDELEMEN.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan hasil pemantauan hilal yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026.

Keputusan ini memberikan kepastian bagi jutaan warga Nahdliyin untuk melaksanakan salat Idulfitri secara serentak di seluruh pelosok negeri.

Lembaga Falakiyah PBNU melakukan pengamatan mendalam sejak Jumat petang guna memastikan keberadaan sabit muda di cakrawala.

Proses teknis tersebut melibatkan para ahli astronomi serta kiai yang memiliki keahlian khusus dalam membaca tanda-tanda langit.

Data menunjukkan bahwa posisi hilal saat matahari terbenam telah mencapai ambang batas minimum sesuai kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Bacaan Lainnya
Promo Cleo 1 Liter

Momentum hari raya kali ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan weton Sabtu Pahing dalam penanggalan Jawa.

Masyarakat tradisional meyakini bahwa Sabtu Pahing memiliki nilai neptu tertinggi, yakni 18.

Angka fantastis ini berasal dari kombinasi nilai hari Sabtu dan pasaran Pahing yang masing-masing berjumlah 9.

Pertemuan antara kesakralan Idulfitri dan nilai budaya lokal menciptakan atmosfer spiritual yang sangat kuat, terutama bagi warga perdesaan.

Primbon Jawa mengibaratkan karakteristik Sabtu Pahing layaknya Lakuning Geni atau perilaku api. Unsur ini memberikan energi ambisius serta semangat yang meluap-luap kepada setiap individu.

Namun, pemilik weton ini perlu waspada karena watak mereka cenderung mudah tersulut emosi jika menghadapi tekanan dari luar.

Dari sisi keberuntungan, neptu 18 membawa pengaruh besar bagi kemakmuran keluarga.

Seorang pakar budaya menjelaskan bahwa momentum atau kelahiran pada hari tersebut sering kali menjadi pembuka pintu keberhasilan.

“Pemilik weton ini sering kali menjadi pembuka pintu keberhasilan bagi orang tuanya, asalkan sang anak mampu mengendalikan ego besarnya,” ungkapnya.

Kombinasi antara kemenangan spiritual Idulfitri dan energi besar Sabtu Pahing harapannya membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Penentuan waktu yang selaras ini menjadi simbol kemegahan serta keberanian dalam memulai lembaran baru yang lebih suci dan harmonis.

 

 

 

Pos terkait