TABLOIDELEMEN.com – Sistem penggolongan darah ABO membagi darah manusia ke dalam empat kelompok utama, yaitu A, B, AB, dan O.
Setiap jenis memiliki antigen khusus pada permukaan sel darah merah yang menentukan kecocokan saat proses transfusi.
Pemahaman mengenai klasifikasi ini sangat krusial demi mencegah reaksi penolakan tubuh yang membahayakan nyawa pasien.
Golongan darah A memiliki antigen A, sedangkan Tipe B mengandung antigen B pada sel darahnya.
Pemilik tipe AB menyimpan kedua jenis antigen tersebut secara bersamaan di dalam tubuh.
Sebaliknya, tipe O sama sekali tidak memiliki antigen A maupun B.
Selain sistem ABO, faktor Rhesus positif atau negatif juga memegang peranan penting dalam menentukan keamanan donor.
Kecocokan Donor Pengganti Berdasarkan Jenis-Jenis Golongan Darah
Proses transfusi membutuhkan ketepatan pemilihan tipe darah agar penerima terhindar dari komplikasi fatal.
Pemilik tipe O negatif terkenal sebagai donor universal karena bisa memberikan darahnya kepada semua jenis-jenis golongan darah lainnya.
Namun, penerima dengan tipe O hanya mampu menerima donor pengganti dari sesama tipe O saja.
Pasien pemilik tipe AB positif berstatus sebagai resipien universal yang aman menerima donor dari seluruh kelompok darah.
Sementara itu, pemilik tipe A bisa menerima transfusi dari sesama tipe A atau tipe O.
Tipe B dapat memperoleh suntikan darah pengganti dari sesama tipe B serta O.
Memahami pasangan transfusi yang tepat membantu mempercepat pertolongan darurat bagi pasien medis.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita






















