Jalan Menuju Dusun Mesir

Mengenal Dusun Limbuk

Ada satu dukuh lagi yang menggunakan nama unik dari tokoh wayang perempuan, biyung emban, Limbuk. Dukuh Limbuk ada di sebelah timur dukuh Mesir. Dukuh Limbuk masuk wilayah Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari.

Dari Dusun Mesir belok ke kiri, ke timur, dengan mengikuti jalan yang sedikit berliku dan menanjak sampailah di Dukuh Limbuk.

Punden yang ada di Dukuh Limbuk  adalah Ki Salapadha dan istrinya yang dimakamkan di Dukuh Limbuk. Keduanya meninggal ketika ada serangan Belanda. Dipercaya bahwa wulu wetu, hasil bumi, hasil menderes menyadap nira, membuat gula semua penuh berkah.

Ada tempat yang cukup menarik pula, namanya Pejahjaran. Dahulu kala ketika ada perang Diponegoro, kuda-kuda perang sampai juga ke wilayah Limbuk ini. Pertempuran dengan naik kuda terjadi. Beberapa kuda terkena senjata dan mati.

Kuda mati inilah yang memunculkan nama Pejahjaran, kadang dijelaskan malah jadi Pejajaran. Padahal yang benar Pejahjaran. Pejah bahasa jawa krama artinya: mati. Jaran nama lain dari: kuda. Jadi Pejahjaran artinya Kuda tewas. Tewas dalam pertempuran.

Menarik sekali untuk membicarakan keunikan di Desa Onje. Dengan nama-nama yang tersaji di wilayah Onje ini maka dapat disimpulkan bahwa seni pertunjukan wayang dahulu sepertinya sangat favorit di Onje.

Tinggalkan Balasan