Mengenal Akademi Sepakbola Perwira Timur, Pelatih Tak Terima Gaji Tapi Cetak Pemain Handal

Akademi Sepakbola Perwira Timur
Akademi Sepakbola Perwira Timur

TABLOIDELEMEN.com – Mendengar nama Akademi Sepakbola Perwira Timur mungkin sedikit terasa asing bagi orang awam di Kabupaten Purbalingga.

Namun, bagi para pecinta sepakbola dan penggiat sepakbola di Purbalingga, nama tersebut bukan lagi hal baru.

Sudah banyak pemain-pemain jebolan dari akademi tersebut yang bermain di Liga Indonesia, sebut saja Tim Liga 3 Jawa tengah-DIY Persibangga, Persibas, Persiku, mataram utama dan PSTN pernah memakai jasa pemain jebolan akademi tersebut.

Bacaan Lainnya

Perwira Timur Football Academy atau akademi sepakbola perwira timur merupakan sekolah sepakbola di ujung timur Purbalingga

Sekolah ini berkonsep sosial yang mampu mecetak pemain potensial dan memiliki segudang prestasi.

Tak hanya Liga 3, tercatat tim Persekat Tegal yang saat ini berada di Liga 2 pun pernah memakai jasa pemain jebolan Akademi Perwira Timur.

Selain diliga 3 dan 2, ternyata ada pula beberapa pemain yang masuk ke skuad tim Elite Pro Academy liga 1  yaitu tim PSS dan PSIS.

Ada sebuah hal yang menarik dan inspiratif dari akademi sepakbola perwira timur, pengelolaan akademi mereka mengusung konsep social dan seduluran.

Nah uniknya, para pelatih dan semua unsur pendamping adalah relawan jadi mereka tidak di gaji.

Konsep social ini mengharuskan semua pelatih dan pengurus menajdi relawan. Semua bekerja secara sukarela dan memiliki visi misi yang sama yaitu bagaimana bakat-bakat pemain sepak bola yang tersebar di wilayah Purbalingga mamapu mencapai sepak bola level up.

“Meskipun tidak dibayar Tapi pengurus dan pelatih tidak berdiam diri di akademi. Kami terus mengembangkan diri, pelatih terus meng up-grade keilmuannya dengan mengikuti lisensi pelatih serta mengikuti workshop atau seminar,” Pelatih Kepala Akademi Perwira Timur, Sigit Pratama, Jumat 25 November 2022

Selain mengusung konsep social,  hal unik lain datang dari latar belakang  para pengurus yang berasal dari berbagai macam latar belakang mulai  dari eks pesepak bola, praktisi hukum, ASN, wiraswasta, eks suporter militan, guru olahraga bahkan dari kalangan santri.

“Karena kami memilih konsep social, Untuk biaya operasional latihan di bebankan kepada Setiap pemain untuk iuran sumbangan wajib bulanan. Namun semuanya akan kembali ke seluruh pemain yang digunakan untuk membiaya semua program pemain dari latihan, latih tanding, dan juga kompetisi,” kata Konsep sosial dan seduluran sudah berjalan sejak awal berdiri. Karena, terdorong  melihat banyak talenta muda namun terkendala pembiayaan.

“Makanya kita bikin konsep anggaran kecil, yang penting si pemain bisa berkembang,” katanya.

Sigit menjelaskan, untuk porsi latihan, dalam sepekan ada empat kali program latihan dengan taktikal periodesasi.

“Jadi program latihan benar-benar kami ukur,” tuturunya

“Kami berharap, langkah yang kita lakukan ini mendapat hasil yang baik serta mampu mengangkat citra baik sepakbola di Kabupaten Purbalingga,” tutupnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan