Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, Pahlawan Revolusi Putra Kelahiran Purworejo

Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo
Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo

TABLOIDELEMEN.com – Gerakan 30 September PKI atau G30S/PKI merupakan peristiwa kelam dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia.

Pada tanggal tersebut, kelompok pendukung Partai Komunis Indonesia berusaha melakukan kudeta.

Gerakan tersebut terjadi bukan hanya di Jakarta saja tetapi juga di Yogyakarta. Akibat gerakan PKI tersebut 10 orang yang terdiri dari beberapa perwira tinggi Angkatan Darat menjadi korban keganasan PKI.

Bacaan Lainnya

Mereka menculik beberapa perwira tinggi militer dengan tuduhan hendak melakukan kudeta. Para korbannya yang kemudian disebut sebagai pahlawan revolusi

Pemerintah kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi serta juga sebagai Pahlawan Nasional. Siapa saja mereka? Diantaranya adalah Mayjen TNI Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo dilahirkan di Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 28 Agustus 1922.

Setelah menamatkan pendidikannya di AMS, Ia kemudian menimba ilmu di Sekolah Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta. Setelah tamat, ia kemudian bekerja sebagai pegawai pemerintah di Purworejo namun berhenti pada tahun 1944.

Pasca Indonesia merdeka tahun 1945, Sutoyo Siswomiharjo atau biasa dipanggil pak Toyo memilih bergabung dengan satuan Polisi Tentara Keamanan Rakyat.

Tak lama kemudian ia ditugaskan sebagai ajudan dari Jenderal Gatot Subroto yang kala itu menjabat sebagai komandan polisi militer.

Setelah lama bertugas di polisi militer, Sutoyo Siswomiharjo akhirnya menjabat sebagai kepala staf Markas Besar Polisi Militer tahun 1954. Hanya beberapa tahun saja menjabat, ia kemudian ditugaskan sebagai asisten atase militer di kedubes Indonesia di Inggris.

Setelah menyelesaikan sekolah staf dan komando di Bandung tahun 1960, Sutoyo ditugaskan sebagai Inspektur Kehakiman Angkatan Darat. Setelahnya, ia kemudian naik menjadi Inspektur Kehakiman atau Jaksa Militer Utama dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI.

Sutoyo Siswomiharjo termasuk dalam daftar perwira tinggi di Angkatan Darat yang kemudian diculik oleh pasukan Cakrabirawa.

Sutoyo dijemput oleh pasukan Cakrabirawa di rumahnya. Ia kemudian dibawa ke wilayah lubang buaya di wilayah Halim Perdanakusuma.

Disana ia disiksa dan kemudian dieksekusi mati di lokasi tersebut bersama dengan para perwira tinggi AD yang lain.

Jasad Sutoyo dimasukkan dalam sumur tua dan ditimbun. Ia baru evakuasi pada tanggal 4 Oktober 1965.

Sutoyo Siswomiharjo bersama dengan jasad para perwira tinggi AD yang lain dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Beliau kemudian dianugerahkan gelar pahlawan revolusi oleh presiden Soekarno.

 

 

Tinggalkan Balasan