puning

Kisah Sukses Ibu Bhayangkari di Purbalingga Raup “Cuan” dari Bisnis Kue

Bisnis kuliner seperti kue di Indonesia saat ini menjadi satu pilihan untuk mendatangkan “cuan”yang paling banyak diminati.

Pasalnya, permintaan akan kue tidak akan ada habisnya, karena penggemar kue sudah sangat banyak dan kue ini menjadi satu makanan wajib bagi masyarakat Indonesia untuk menemani di berbagai acara.

Tidak heran banyak ibu rumah tangga akhirnya masuk dalam dunia bisnis online yang bisa dilakukan sendiri dirumah.

Salah satu yang banyak dilakukan adalah usaha kue rumahan.

Seperti yang dikerjakan Puning Purwati, ibu rumah tangga bertempat tinggal di Kelurahan Penambongan, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga ini, sudah sejak lima tahun yang lalu dia membangun bisnis kue rumahan dengan merek  “Seruni Cakery”.

Meskipun sudah memiliki banyak kegiatan sebagai anggota Bhayangkari Polres Purbalingga, Istri Aiptu Setyo Pambudi mengaku tetap bisa menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu dengan baik.

“Saya suka sekali makan kue. Saya berpikir kenapa tidak mencoba membuatnya. Mulailah saya produksi kue bolu,” kata ibu dari Bimo Erga Pambudi dan Mayshinta Seruni Dewantari kepada tabloidelemen.com, Selasa (18 Januari 2022)

Tanpa bekal pengalaman membuat kue, ia tetap bertekad untuk maju dan tekun belajar membuat kue yang lezat dan sehat.

Lulusan SMA Negeri 1 Bukateja tahun 1993 ini mencoba berinovasi sendiri dan berhasil membuat kue bolu yang pas di lidah

Gayung bersambut, pun sang suami mendukung penuh hobinya membuat kue. Kelengkapan peralatan membuat kue ditawarkan sang suami.

“Dulu, yang pertama kali mengatakan kue saya enak itu suami. Bikin lagi dong Bu, suami rupanya ketagihan. Dia bilang kalau butuh peralatan, nanti pasti dibelikan. Bangga rasanya, hobi didukung suami,” katanya

Secara perlahan dari mulut ke mulut, kue rumahan tanpa bahan pengawet ini pun mulai menemukan target pasar dan penggemarnya.

“Dulu cuma produksi kue bolu saja. Pernah berhenti setahun tidak membuat kue, karena fokus membuka warung makan. Kini, sejak enam bulan telah aktif kembali memproduksi. Sekarang juga ada roti,” tuturnya

Tinggalkan Balasan