TABLOIDELEMEN.com – Suara ketukan bambu bertalu-talu memecah malam sunyi di sudut-sudut desa Kabupaten Purbalingga, membawa pesan kewaspadaan warga yang kini menjelma menjadi harmoni musik berkelas internasional.
Asal-Usul Kentongan Siskamling
Para leluhur dahulu memanfaatkan batang bambu tebal sebagai sarana komunikasi jarak jauh sekaligus alat peringatan dini untuk menjaga keamanan lingkungan secara swadaya.
Masyarakat Purbalingga secara turun-temurun membunyikan alat tradisional tersebut guna mengumpulkan warga kala terjadi keadaan darurat atau sekadar menandai waktu ronda malam bergulir.
Perkembangan zaman mengubah fungsi benda sederhana ini dari sekadar instrumen ronda malam menjadi warisan budaya lokal yang sarat nilai estetika tinggi.
Transformasi Menjadi Kesenian Global
Seniman lokal Purbalingga melihat potensi besar dalam alunan ritmis kentongan lalu memadukannya secara kreatif bersama alat musik modern seperti angklung, dan drum terbuat dari ban kendaraan.
Pemerintah daerah bersama para pegiat seni giat menggelar festival tahunan untuk mendongkrak popularitas pertunjukan kolosal ini hingga memikat hati para wisatawan mancanegara.
Prestasi gemilang pun lahir tatkala grup musik bambu kebanggaan daerah ini sukses melawat ke berbagai negara Eropa serta Asia demi memperkenalkan budaya Nusantara.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















