TABLOIDELEMEN.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lonjakan masif pergerakan masyarakat sepanjang masa angkutan Lebaran 2026.
Data kumulatif sejak H-8 hingga H-1 Lebaran menunjukkan sebanyak 10.003.583 orang melakukan perjalanan mudik menggunakan berbagai moda transportasi umum di seantero Indonesia.
Angka ini mencerminkan antusiasme tinggi warga yang kembali ke kampung halaman setelah masa pandemi benar-benar berlalu.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, memaparkan data tersebut di Jakarta pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pertumbuhan volume penumpang tahun ini melampaui capaian periode sebelumnya secara signifikan.
“Pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 hingga H-1 Lebaran tercatat mencapai 10.003.583 orang,” katanya
“Ini menunjukkan kenaikan 9,23 persen dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2025 sebanyak 9.158.315 orang,” imbuh Titis.
Sektor perkeretaapian mendominasi pilihan masyarakat dengan total 2.981.945 penumpang.
Posisi berikutnya menyusul moda penyeberangan yang melayani 2.482.303 orang, serta angkutan udara yang mengangkut 2.190.282 orang.
Secara persentase, sektor penyeberangan mengalami lonjakan tertinggi mencapai 14,78 persen daripada tahun lalu.
Sementara itu, arus kendaraan pribadi mencatat lebih dari 117 ribu unit mobil meninggalkan Jakarta melalui gerbang tol utama tepat pada H-1.
Selain volume, pemerintah menyoroti kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP).
Kereta api menunjukkan performa luar biasa dengan angka 98,90 persen. Namun, sektor penyeberangan masih menghadapi tantangan besar karena hanya mencatatkan angka ketepatan waktu 63,19 persen saat puncak arus mudik.
Menjelang berakhirnya masa libur Idulfitri, pemerintah kini mengalihkan fokus pada pengaturan arus balik.
Titis meminta masyarakat segera mengatur jadwal kepulangan guna menghindari penumpukan kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan parah.
“Masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak,” kata Titis.
Ia mengatakan, masyarakat juga perlu mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman
“Selain itu, para pemudik wajib menjaga kondisi fisik serta mematuhi arahan petugas lapangan agar perjalanan menuju kota asal tetap lancar,” katanya.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News










