TABLOIDELEMEN.com – Ratusan jemaah Islam Alif Rebo Wage (Aboge) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar salat Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Momentum ini menarik perhatian publik karena waktu perayaan jemaah Aboge jatuh bersamaan dengan ketetapan Pemerintah Republik Indonesia.
Pemandangan ini tergolong langka mengingat biasanya terdapat selisih satu hingga dua hari dalam penentuan hari besar Islam antara komunitas ini dengan kalender nasional.
Pemuka Islam Aboge dari Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Santibi, menegaskan bahwa kesamaan waktu ini muncul dari hasil perhitungan pakem yang terjaga secara turun-temurun.
Jemaah tidak menggunakan metode rukyatul hilal, melainkan berpegang teguh pada sistem kalender Jawa-Hijriah yang presisi bagi internal mereka.
“Momen langka ini sebenarnya sudah terlihat sejak awal Ramadan lalu. Jemaah juga mulai berpuasa pada 19 Februari, selaras dengan ketetapan pemerintah,” tutur Santibi
Hitungan Kalender Siklus Windu
Sistem penanggalan Aboge beroperasi dalam siklus satu windu atau delapan tahun yang meliputi tahun Alif, Ha, Jim Awal, Za/Je, Dal, Ba/Be, Wawu, dan Jim Akhir.
Tahun 2026 ini masuk dalam kategori tahun Dal. Santibi menjelaskan bahwa kunci untuk tahun Dal adalah Daltugi atau Dal Setu Legi, yang berarti awal tahun bermula pada Sabtu Legi.
Guna menentukan 1 Syawal, jemaah menggunakan rumus Waljiro yang merupakan singkatan dari Syawal Siji Loro.
Rumus tersebut mengarahkan bahwa hari raya jatuh pada hari pertama (Sabtu) dan pasaran kedua (Pahing) dari awal tahun.
Hasil hitungan matematis tersebut menempatkan Idulfitri tepat pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026.
Meskipun memiliki metode penghitungan mandiri, eksistensi jemaah Aboge di wilayah Ajibarang dan Pekuncen tetap memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Keteguhan mereka dalam menjaga tradisi leluhur menunjukkan kekayaan budaya Islam Nusantara yang tetap relevan hingga saat ini.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News



















