TABLOIDELEMEN.com – Jutaan orang di seluruh penjuru bumi merayakan pergantian tahun setiap tanggal 1 Januari.
Namun, penetapan tanggal ini bukanlah sebuah kebetulan astronomi semata, melainkan hasil dari keputusan politik dan reformasi kalender yang berlangsung ribuan tahun silam.
Tradisi ini bermula dari kebijakan Julius Caesar, pemimpin Romawi yang mengubah tatanan waktu dunia pada tahun 46 Sebelum Masehi.
Sebelum era Caesar, masyarakat Romawi menggunakan kalender yang hanya memiliki sepuluh bulan dan bermula pada bulan Maret.
Sistem kuno tersebut sering kali memicu kekacauan karena tidak selaras dengan siklus musim dan matahari.
Menanggapi ketidakteraturan tersebut, Caesar berkonsultasi dengan ahli astronomi Sosigenes dari Alexandria untuk menciptakan Kalender Julian.
Mereka kemudian menambahkan bulan Januari dan Februari guna melengkapi jumlah hari dalam setahun.
Pemilihan Januari sebagai bulan pertama memiliki makna filosofis yang sangat dalam bagi bangsa Romawi.
Nama Januari merujuk pada Janus, dewa segala pintu, gerbang, dan permulaan dalam mitologi mereka.
Janus memiliki dua wajah unik yang menatap ke dua arah sekaligus: satu wajah memandang masa lalu dan wajah lainnya menatap masa depan.
Karakter dewa ini sangat cocok mewakili semangat transisi yang menjadi inti dari perayaan tahun baru hingga saat ini.
Meskipun Kalender Julian telah menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun, konsistensi penggunaannya sempat goyah selama Abad Pertengahan.
Banyak negara Eropa saat itu sempat menggeser perayaan tahun baru ke tanggal lain yang memiliki nilai religius.
Situasi baru benar-benar seragam ketika Paus Gregorius XIII memperkenalkan Kalender Gregorian pada tahun 1582.
Reformasi ini mengoreksi kesalahan perhitungan waktu pada sistem Julian dan mempertegas kembali posisi 1 Januari sebagai titik awal penanggalan masehi secara global.
Kini, seluruh dunia mewarisi sistem tersebut sebagai standar internasional dalam urusan administratif maupun sosial.
Penetapan 1 Januari bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan simbol peradaban manusia dalam mengorganisir waktu dan harapan.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google News
















