Jamaah Aboge Onje Mulai Puasa Ramadan Kamis Pahing, Berpedoman Rumus Sanemro Dal

Pengikut Islam Alif Rebo Wage (Aboge)
Pengikut Islam Alif Rebo Wage (Aboge)

TABLOIDELEMEN.com – Pengikut Islam Alif Rebo Wage (Aboge) di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, menetapkan awal Ramadan tahun Jawa Dal 2026 jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

Keputusan ini merujuk pada perhitungan kalender kuno yang menjadi pedoman turun-temurun jamaah tersebut.

Kepala Desa Onje, Mugi Ari Purwono, mengonfirmasi ketetapan tersebut pada Rabu 18 Februari 2026.

Ia menyebut bahwa perhitungan internal komunitas Aboge telah membuahkan hasil untuk penentuan awal ibadah puasa tahun ini.

“Tanggal 1 Ramadan tahun ini, jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026,” kata Mugi

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan bahwa pengikut Islam Aboge memiliki mekanisme mandiri dalam memastikan pergantian bulan.

“Awal Ramadan versi Aboge memiliki kesamaan tanggal dengan ketetapan pemerintah,” tegasnya.

Namun, ia memberi catatan bahwa penentuan 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri kemungkinan besar bakal menemui perbedaan.

Hal ini karena jamaah Aboge konsisten menjalankan ibadah puasa genap selama 30 hari, sementara pemerintah seringkali menetapkan masa puasa selama 29 hari.

Metode Perhitungan Tradisional Aboge

Sesepuh Islam Aboge Desa Onje, Kyai Maksudi, menegaskan bahwa perhitungan tersebut selaras dengan rumus warisan leluhur.

Tahun 2026 sendiri bertepatan dengan tahun Jawa Dal dalam siklus satu windu.

Senada dengan hal tersebut, sesepuh Aboge asal Desa Cibangkong, Santibi, memaparkan rincian teknis penentuan hari tersebut.

Menurut Santibi, tahun Dal memiliki pedoman “Daltugi” (Dal Setu Legi), yang bermakna 1 Muharam jatuh pada Sabtu Legi.

Untuk mencari awal Ramadan, mereka menggunakan rumus “Sanemro” atau Puasa Enem Loro (Puasa enam dua).

“Artinya, awal puasa jatuh pada hari keenam dari Sabtu dan pasaran kedua dari Legi. Maka awal puasa jatuh pada Kamis Pahing,” urainya secara mendalam.

Sistem kalender Aboge ini berputar dalam kurun waktu delapan tahun atau satu windu.

Yakni terdiri atas tahun Alif, Ha, Jim Awal, Za/Je, Dal, Ba/Be, Wawu, dan Jim Akhir.

Selain siklus tujuh hari, mereka memadukannya dengan lima hari pasaran Jawa, yaitu Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing sebagai dasar penentuan waktu ibadah.

 

 

 

Pos terkait