Aturan baru SNMPTN 2023
Semula, jalur seleksi SNMPTN ini memisahkan calon mahasiswa berdasarkan jurusan di pendidikan sebelumnya. Siswa dibatasi berdasarkan pilihan jurusan saat di sekolah dan mata pelajaran dan nilai tertentu dalam seleksi jalur ini.
Hal itu membuat siswa dan guru hanya fokus pada mata pelajaran yang masuk dalam penilaian SNMPTN .
“Padahal di masa depan, peserta didik sangat membutuhkan kompetensi yang holistik dan multidisiplin,” ungkap Nadiem.
Tidak ada pekerjaan yang membutuhkan satu ilmu saja. Contohnya, insinyur yang membutuhkan ilmu dasar teknik tetapi juga membutuhkan ilmu tentang desain.
Ada juga pengacara yang wajib mengetahui ilmu dasar hukum namun juga perlu memiliki pengetahuan tentang cara berkomunikasi yang baik.
Agar siswa bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan, aturan pelaksanaan SNMPTN tahun depan diubah, yakni:
Minimal 50 persen rata-rata rapor seluruh mata pelajaran
Maksimal 50 persen komponen pengganti minat dan bakat, diantaranya nilai rapor dari maksimal dua mata pelajaran, dan atau prestasi, dan atau portofolio, khusus untuk program studi seni dan olahraga
PTN menentukan:
- Komposisi persentase komponen 1 dan 2 dengan total 100 persen dan
- Sub-komponen untuk komponen 2 dan komposisi persentase bobotnya
- Ketentuan tersebut bisa berbeda antar-prodi dalam PTN yang sama
Nadiem mengatakan, seleksi nasional berdasarkan tes tidak ada lagi tes yang spesifik ke setiap mata pelajaran.
Tes tersebut akan diganti dan disederhanakan menjadi satu tes yaitu tes skolatik yang mengukur:
- Potensi kognitif
- Penalaran matematika
- Literasi dalam bahasa Indonesia
- Literasi dalam bahasa Inggris

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News







