TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan rekayasa lalu lintas besar-besaran di pusat Kota Purwokerto pada Minggu 15 Februari 2026.
Masyarakat yang berencana melintasi kawasan jantung kota perlu mencari jalur alternatif mulai pukul 08.00 WIB guna menghindari penumpukan kendaraan.
Langkah ini menyusul pelaksanaan prosesi sakral Kirab Pusaka dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas.
Personel keamanan bersama dinas terkait menutup akses sepanjang Jalan Jenderal Soedirman, tepatnya mulai dari Pendopo Wakil Bupati hingga Alun-alun Purwokerto.
Penutupan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi iring-iringan empat pusaka kebesaran daerah yang menjadi ikon budaya masyarakat setempat.
Prosesi mengawali rangkaian acara dengan upacara penyerahan empat pusaka inti oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
Empat pusaka tersebut meliputi Tombak Kiai Genjring, Keris Kiai Gajah Endro, Keris Kiai Nalapraja, dan Keris Kiai Sempana Bener.
Setelah menempuh rute kirab, seluruh senjata pusaka tersebut akan kembali masuk ke Gedung Pusaka Kompleks Pendopo Si Panji untuk menjalani prosesi pelereman.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Fendi Rudianto, menegaskan bahwa agenda ini mengemban makna filosofis yang mendalam.
Ia menyebut kirab ini bukan sekadar pawai, melainkan refleksi nilai luhur bagi warga Banyumas.
“Keempat pusaka ini melambangkan kekuatan, keagungan, perjuangan, dan sikap berpegang teguh pada keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Fendi Sabtu 14 Februari 2026 sore.
Panitia penyelenggara juga menerapkan formasi baru guna menyegarkan suasana iring-iringan.
Berbeda dari tahun sebelumnya, rombongan kecamatan kini tampil berselang-seling dengan rombongan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Yang membedakan kirab tahun ini adalah rombongan kecamatan yang biasanya setelah rombongan OPD, kali ini akan selang-seling. Setelahnya baru kelompok masyarakat,” kata Fendi.
Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah, bertindak sebagai Suba Manggala yang memimpin barisan terdepan.
Seluruh peserta, mulai dari jajaran Forkopimda hingga kepala OPD, mengenakan pakaian adat Jawa Banyumasan lengkap bersama pendamping masing-masing.
Melalui kemegahan ini, pemerintah mengajak masyarakat merasakan langsung denyut sejarah dan kekayaan budaya daerah.
Fendi kembali mengingatkan warga agar mengantisipasi jadwal perjalanan mereka karena acara berlangsung tepat waktu.
“Pawai akan mulai pukul 08.00 WIB. Sehingga kami harap para pengguna jalan yang akan melintasi Jalan Soedirman antara Pendopo Wakil Bupati hingga Alun-alun Purwokerto untuk mencari jalur alternatif,” pungkasnya.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google News













