TABLOIDELEMEN.com – Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian barat menyaksikan fenomena langit langka berupa okultasi Venus oleh Bulan pada Senin 14 September2026 malam.
Peristiwa ini memperlihatkan planet Venus yang perlahan menghilang di balik piringan Bulan sabit sebelum akhirnya muncul kembali ke permukaan langit malam.
Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) menyiarkan langsung peristiwa tersebut melalui Livestream Pengamatan Okultasi Venus pada pukul 19.00-21.00 WIB.
Pengamatan ini menggandeng kolaborator dari berbagai daerah dalam dan luar negeri, seperti Lampung, Bengkulu, Banten, Semarang, Lamongan, Yogyakarta, Medan, Padang, hingga Bangkok.
Okultasi terjadi ketika Bulan bergerak pada orbitnya lalu melintas tepat di antara Bumi dan Venus.
Posisi ini membuat piringan Bulan menutupi cahaya terang planet tetangga tersebut secara bertahap.
Variasi Penampakan Okultasi Venus di Berbagai Titik Pengamatan
Penampakan fenomena unik ini bervariasi di tiap wilayah pengamatan.
Lampung mengalami okultasi penuh dengan posisi Venus yang merayap masuk ke balik Bulan.
Semarang mencatat kondisi grazing atau perlintasan Venus yang menempel rapat di tepi Bulan.
Yogyakarta serta Lamongan menyaksikan fenomena konjungsi berupa posisi sejajar antara Venus dan Bulan.
Peneliti Observatorium Bosscha, Agus T. P. Jatmiko, menjelaskan penyebab perbedaan sudut pandang (paralaks) tersebut.
Faktor jarak Bulan yang jauh lebih dekat ke Bumi daripada jarak Venus menciptakan hasil pengamatan berbeda.
“Bulan posisinya lebih dekat dengan Bumi dibanding Venus, itu yang menyebabkan posisi tampak kedua benda langit tersebut dapat berbeda ketika diamati dari lokasi yang berbeda,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa 15 September 2026.
Faktor cuaca turut menentukan keberhasilan proses dokumentasi di lapangan.
Cuaca buruk berupa hujan deras dan awan tebal menghalangi pandangan tim pengamat di Medan, Padang, serta Bangkok.
“Yang paling penting dalam pengamatan itu instrumennya siap, pengamatnya siap, dan yang terakhir cuacanya bagus,” tutur Agus.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita













