TABLOIDELEMEN.com – Kluban dan Clorot gula jawa merupakan dua kuliner tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat Jawa.
Keduanya memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama mencerminkan pemanfaatan bahan pangan lokal serta pengetahuan kuliner yang berkembang secara turun-temurun.
Clorot dengan Manis Gula Jawa
Clorot merupakan jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula jawa.
Adonan tersebut menghasilkan cita rasa manis dan gurih yang khas.
Bentuk clorot juga menjadi daya tarik tersendiri karena pembungkusnya memakai janur atau daun kelapa muda.
Pembuat kuliner tradisional biasanya menggulung janur hingga membentuk wadah menyerupai kerucut.
kemudian masuk ke dalam wadah tersebut sebelum proses pemasakan. Hasilnya berupa jajanan bertekstur lembut dengan aroma khas daun pembungkus.
Selain rasa, clorot memiliki nilai budaya. Masyarakat kerap menyajikannya dalam berbagai kegiatan keluarga, hajatan, pasar tradisional, dan acara masyarakat.
Karena itu, keberadaan clorot tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga dengan kebiasaan sosial.
Kluban, Sayuran dengan Sambal Kelapa
Berbeda dengan clorot, kluban hadir sebagai makanan berbahan sayuran.
Masyarakat biasanya menggunakan kacang panjang, tauge, kol, kangkung, atau berbagai sayuran lain sesuai ketersediaan bahan.
Sayuran tersebut berpadu dengan parutan kelapa berbumbu.
Campuran bawang, cabai, kencur, garam, dan bumbu lain menghasilkan rasa gurih, pedas, serta segar.
Perpaduan tersebut membuat kluban cocok sebagai menu pendamping nasi.
Kesederhanaan bahan menjadi salah satu ciri khas kluban.
Masyarakat dapat memanfaatkan sayuran yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dengan demikian, makanan ini mencerminkan pola konsumsi masyarakat yang dekat dengan hasil kebun dan pertanian.
Kuliner Tradisional Perlu Tetap Dikenal
Clorot dan kluban memperlihatkan kekayaan kuliner tradisional Jawa.
Clorot menonjolkan rasa manis gula jawa dan bentuk pembungkus yang khas.
Sedangkan kluban mengandalkan kesegaran sayuran serta gurihnya kelapa berbumbu.
Namun, perubahan pola konsumsi membuat sebagian makanan tradisional semakin jarang hadir dalam menu sehari-hari.
Karena itu, pengenalan kepada generasi muda menjadi penting.
Festival kuliner, pasar tradisional, kegiatan sekolah, serta promosi melalui media digital dapat membantu memperkenalkan kembali kedua makanan tersebut.
Dengan cara itu, clorot dan kluban tetap memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari warisan kuliner Jawa yang terus berlanjut.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News




















