TABLOIDELEMEN.com – Polres Purbalingga mencatat fluktuasi angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025.
Dalam Konferensi Pers (Konpers) Akhir Tahun yang berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa 30 Desember 2025, Kapolres Purbalingga, AKBP Achmad Akbar memaparkan kenaikan angka kriminalitas serta lonjakan signifikan pada sektor bencana alam.
“Angka kriminalitas tahun ini merangkak naik sebesar 1,16 persen jika membandingkannya dengan data tahun 2024,” katanya saat memimpin Konpers bersama Wakapolres Kompol Agus Amjat.
“Namun, sorotan utama tertuju pada angka bencana alam yang melonjak tajam hingga 17,13 persen,” imbuhnya.
Kewaspadaan Terhadap Penipuan Digital
Salah satu tren kejahatan yang menunjukkan grafik tinggi adalah penipuan daring (online).
Modus ini menjadi ancaman serius bagi warga Purbalingga karena memakan korban dalam jumlah yang tidak sedikit.
AKBP Achmad Akbar pun memberikan peringatan keras agar masyarakat lebih waspada.
“Masyarakat harus lebih cermat dan tidak mudah tergiur oleh iklan maupun pesan dari sumber yang tidak valid. Ketelitian merupakan kunci agar tidak terjebak dalam skema penipuan digital,” tegasnya di hadapan pawa wartawan.
Terkait kasus pencurian, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menunjukkan kinerja positif.
Meski mencatat 25 kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat), polisi berhasil mengungkap total 53 kasus.
Angka pengungkapan yang melebihi jumlah laporan tahun berjalan ini membuktikan keberhasilan petugas dalam menuntaskan perkara-perkara tunggakan dari tahun sebelumnya.
“Selain Curat, jajaran Polres Purbalingga juga berhasil menyelesaikan kasus pembunuhan, penganiayaan, hingga tindak pidana perlindungan anak,” katanya.
Genderang Perang Melawan Narkoba
Pada sektor pemberantasan narkotika, Polres Purbalingga meningkatkan intensitas penindakan hingga 15 persen.
Sepanjang 2025, polisi melakukan 31 aksi penindakan hukum yang menjerat 43 tersangka.
Barang bukti yang tersita pun cukup fantastis, mencakup 82,27 gram narkotika, 11,07 gram ganja, 409 butir psikotropika, serta 45.619 butir obat daftar G.
Lalu untuk keselamatan jalan raya, angka kecelakaan lalu lintas sebenarnya mengalami penurunan sebesar 2,34 persen.
Meski demikian, fatalitas korban meninggal dunia justru menunjukkan tren kenaikan.
Menyikapi hal ini, Polres Purbalingga berkomitmen melakukan pembenahan pada titik-titik rawan atau black spot.
Pihaknya segera melakukan tindakan khusus atau treatment pada lokasi rawan kecelakaan.
“Tujuannya agar titik-titik tersebut tidak lagi mengancam keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Purbalingga,” lanjut Kapolres.
Inovasi Pelayanan dan Dukungan Program Nasional
Selain fokus pada penegakan hukum, Polres Purbalingga melakukan perombakan besar pada sisi pelayanan publik.
Renovasi ruang SPKT kini mengubah wajah layanan menjadi sistem terpadu satu pintu.
Masyarakat dapat mengurus laporan polisi, surat kehilangan, izin keramaian, hingga SKCK dalam satu lokasi yang nyaman.
Inovasi bahkan menjangkau layanan antar lewat program SKCK Delivery.
Melalui kerja sama dengan Kantor Pos, masyarakat cukup membayar biaya kurir sebesar Rp7.000 agar dokumen SKCK sampai langsung ke pintu rumah.
Pihak kepolisian juga memisahkan ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) guna menjamin privasi korban
“Sekaligus menyediakan rumah aman untuk antisipasi dampak trauma lanjutan,” katanya.
Sebagai penutup, Polres Purbalingga menyatakan dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Komitmen ini terwujud melalui pendirian tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.
“Saat ini, fasilitas di Tangsi dan Karangreja sudah beroperasi, sementara unit di Karangmoncol akan menyusul dalam waktu dekat,” katanya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















