BMKG: Purbalingga Masuk Musim Hujan di Awal November 2026,

Mengantar Sekolah Saat Hujan Pakai Sepeda Motor
Mengantar Sekolah Saat Hujan Pakai Sepeda Motor

TABLOIDELEMEN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memperkirakan awal musim hujan 2026 berlangsung tidak serentak di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Wilayah yang memasuki musim hujan paling awal berada pada Dasarian I November atau awal November 2026.

Kawasan tersebut meliputi sebagian besar Kabupaten Wonosobo dan bagian timur Banjarnegara.

Bacaan Lainnya

Selain itu, sebagian kecil wilayah Kebumen, Banyumas, Brebes, Pemalang, Tegal, Temanggung, dan Purbalingga juga masuk dalam wilayah dengan awal musim hujan lebih cepat.

Sebaliknya, BMKG memperkirakan awal musim hujan paling akhir berlangsung pada Dasarian II Desember atau pertengahan Desember 2026.

Wilayah tersebut mencakup Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar Jepara, Pati, Rembang, serta sebagian kecil Demak.

Awal Musim Hujan Jawa Tengah Mundur

BMKG mencatat perbandingan Awal Musim Hujan (AMH) terhadap kondisi rata-rata periode 1991–2020 umumnya mengalami kemunduran hingga tiga dasarian.

Meskipun awal musim hujan mengalami penundaan, sifat hujan di Jawa Tengah secara umum diprediksi berada pada kategori NORMAL.

Puncak musim hujan Jawa Tengah 2026/2027 diprakirakan berlangsung pada Januari dan Februari 2027.

Masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kenaikan intensitas curah hujan pada periode tersebut.

Secara umum, durasi musim hujan Jawa Tengah berkisar 16–18 dasarian atau sekitar lima hingga enam bulan.

Durasi terpanjang, yakni 22–24 dasarian atau sekitar tujuh hingga delapan bulan, berpotensi berlangsung di sebagian wilayah Purbalingga dan Banjarnegara.

Secara keseluruhan, BMKG memprediksi durasi musim hujan kali ini lebih pendek satu hingga lebih dari tiga dasarian dibandingkan kondisi normal.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan memanfaatkan informasi prediksi musim hujan sebagai langkah kesiapsiagaan.

Informasi tersebut juga penting untuk pengelolaan sumber daya air, perencanaan pertanian, serta mitigasi bencana hidrometeorologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait