TABLOIDELEMEN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda Kabupaten Banyumas pada pergantian tahun.
Analisis terbaru menunjukkan bahwa wilayah ini akan menghadapi peningkatan curah hujan yang signifikan akibat aktifnya fenomena Monsun Asia bersamaan dengan gelombang atmosfer ekuatorial.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa posisi geografis Banyumas yang berada di kaki Gunung Slamet memicu pembentukan awan hujan lebih cepat.
Kelembapan udara yang tinggi meningkatkan risiko hujan lebat berdurasi lama, terutama pada sore hingga malam hari.
Fenomena ini berpotensi memicu luapan sungai besar seperti Serayu dan sungai-sungai kecil di sekitarnya.
BMKG mencatat akumulasi curah hujan bulanan untuk periode Januari 2026 di wilayah Banyumas mencapai kategori tinggi.
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir bandang dan tanah longsor yang menyertai cuaca ekstrem ini,” tegas Faisal Fathani dalam keterangannya, Selasa 30 Desember 2025.
Faisal juga menginstruksikan agar warga tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai saat hujan lebat turun terus-menerus.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk memperkuat infrastruktur mitigasi dan memastikan saluran drainase perkotaan bersih dari sumbatan sampah.
“Langkah preventif ini sangat krusial guna menekan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi,” katanya.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis
















