TABLOIDELEMEN.com – Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi Ipoeng Marta Marsikun menyampaikan bahwa jadwal pelayanan bus beroperasi normal mengitari empat jalur utama.
“Untuk rencana operasional tanggal 18 September ini sampai 31 Desember. Kita tetap normal ya jadwalnya. Jadi jam 04.45 sampai jam 20.30 untuk melayani empat koridor,” kata Ipoeng Marta Marsikun
Ia menjelaskan, empat jalur tersebut menghubungkan kawasan Ajibarang pada Koridor 1, Baturraden pada Koridor 2
Lalu, area perkotaan Purwokerto pada Koridor 3, serta rute Terminal Lama Banyumas pada Koridor 4.
Pihaknya juga menyiagakan armada cadangan demi mengantisipasi kendala teknis kendaraan di lapangan.
“Koridor 1 yang Ajibarang, Koridor 2 yang Baturraden, kemudian 3 yang sekitar kota, dan Koridor 4 yang ke Terminal Lama Banyumas,” ujar Ipoeng Marta Marsikun.
“Sampai dengan akhir tahun ini tetap sama, empat koridor dan 47 operasional, 5 cadangan,” jelas Ipoeng Marta Marsikun.
Ia menjamin belum ada perubahan tarif regular maupun tarif khusus bagi kalangan pelajar, mahasiswa, lansia, serta disabilitas.
Wacana penyesuaian tarif baru masuk dalam agenda pembahasan rencana operasional tahun 2027 mendatang.
“Belum ada perubahan tarif yang tadinya Rp 3.900 jadi Rp 5.000 itu belum. Jadi itu rencana di tahun 2027,” kata Ipoeng Marta Marsikun.
Sehari sebelumnya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengonfirmasi langsung kepastian pengoperasian armada bus saat memberi keterangan di Pendopo Sipanji.
Penataan kembali moda transportasi massal ini menjamin kemudahan akses perjalanan warga secara aman serta efisien.
“Mulai besok, Jumat 18 September 2026. Semalam selesai evaluasi, tadi selesai rapat dengan DPRD Banyumas jam 11. Besok Trans Banyumas mulai mengaspal lagi, fix,” katanya usai prosesi peresmian pengoperasian kembali Trans Banyumas di Pendopo Sipanji, Kamis 17 September 2026.
Layanan Trans Banyumas Beroperasi Kembali
Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah terus memperjuangkan kepastian anggaran alokasi dana tambahan ke Jakarta.
Usaha keras tersebut memastikan kelangsungan sarana transportasi massal tanpa perlu menebar janji kosong kepada publik.
“Saya kan tidak menjanjikan, tapi mengupayakan. Tak nguber beneran. Kemarin saya ke Jakarta. Insya Allah kita dapat tambahan lebih sedikit,” ujar Sadewo Tri Lastiono.
Komitmen kuat Pemkab Banyumas terlihat dari penyiapan skema pembiayaan mandiri melalui APBD secara penuh pada tahun mendatang.
Langkah berani ini menjaga keberlanjutan moda transportasi publik perkotaan agar terus melayani seluruh warga.
“Tahun depan kita full APBD. Saya sudah bilang ke Kementerian Perhubungan. Silakan lainnya pada berhenti, nggak apa-apa. Saya lanjut terus,” tegas Sadewo Tri Lastiono.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News














