Arti Bacaan Takbir Idulfitri

Gema Takbir berkumandang pada malam 1 Syawal merupakan penanda berakhirnya bulan suci Ramadan.
Gema Takbir berkumandang pada malam 1 Syawal merupakan penanda berakhirnya bulan suci Ramadan.

TABLOIDELEMEN.com – Gema Takbir berkumandang pada malam 1 Syawal merupakan penanda berakhirnya bulan suci Ramadan.

Banyak anjuran untuk menambah ibadah sunnah yakni memperbanyak membaca takbir.

Membaca takbir Idulfitri dapat mulai sejak masuk malam 1 Syawal hingga imam Salat Id sudah takbiratul ihram bagi yang berjamaah atau seseorang takbir Salat Id jika sendirian.

Bacaan Lainnya

Merangkum dari laman NU Online, takbir Idulfitri ada menjadi dua bagian, yakni takbir muqayyad dan takbir mursal.

Pembacaan Takbir Muqayyad setiap setelah Salat, baik Salat fardu ataupun sunnah.

Sementara pembacaan takbir mursal adalah takbir bisa kapan dan di mana saja.

Takbir Idulfitri termasuk takbir mursal. Oleh karena itu bisa mengumandangkan takbir meski dalam perjalanan.

Lafal lengkap takbir Idufitri.

Melafalkannya Takbir sebanyak tiga kali sebagaimana penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’, Syarhul Muhadzdzab:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Artinya: “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”

Sementara masyarakat sering membaca takbir sebagai berikut.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu.

Artinya: “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

Berikut bacaan takbir Idufitri yang lengkap.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِـيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar kabiiraa, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, la ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyahu mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun.

La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wa hazamal ahzaba wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahilhamd.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepadaNya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya.

Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaanNya, Dia Zat yang menepati janji, Zat yang menolong hambaNya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan keesaanNya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.”

Waktu membaca takbir Idufitri

Lafaz takbir Idufitri dibaca pada saat memasuki Magrib malam 1 Syawal sampai selesai Salat Id, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 185:

وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa ketika orang sudah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan maka syariatnya untuk mengagungkan Allah dengan bertakbir.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan