Apa Sebenarnya Penyebab dan Faktor Risiko Melasma

Apa Sebenarnya Penyebab dan Faktor Risiko Melasma
Apa Sebenarnya Penyebab dan Faktor Risiko Melasma

TABLOIDELEMEN.com – Penyebab kondisi Melasma yang merupakan jenis penyakit kulit ini masih belum jelas.

Kemungkinan besar, melasma terjadi ketika melanosit (sel penghasil pigmen di kulit) memproduksi terlalu banyak warna.

Sementara itu, pemicu utama munculnya kondisi ini adalah radiasi, baik dari sinar ultraviolet atau infra merah, dan perubahan hormon.

Bacaan Lainnya

Sinar ultraviolet (UV) dari paparan sinar matahari dapat merangsang kerja melanosit.

Bahkan, hanya sejumlah kecil paparannya yang dapat membuat melasma kembali setelah menghilang.

Paparan matahari sering menjadi pemicu kambuhnya melasma.

Selain sinar UV, perubahan hormon juga kerap menjadi pemicunya, terutama pada ibu hamil.

Diduga peningkatan kadar estrogen, progesteron, dan hormon perangsang melanosit aelama trisemester ketiga turut berperan dalam kemunculannya.

Apa yang membuat seseorang lebih berisiko terkena kondisi ini?

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami melasma. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Orang-orang yang berkulit lebih gelap, sebab memiliki melanosit yang lebih aktif.
  2. Riwayat keluarga, bila Anda memiliki orang tua yang terkena kondisi ini, risiko mengalami hal yang sama akan lebih tinggi.
  3. Sering terkena paparan sinar LED dari televisi, laptop, ponsel, atau benda elektronik lainnya.
  4. Menggunakan obat yang membuat Anda lebih peka terhadap sinar matahari seperti antibiotik, NSAID, dan obat diuretik.
  5. Sering menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung pewangi.
  6. Stres.
  7. Memiliki kondisi kesehatan lain seperti tiroid.
  8. Menggunakan obat yang menyebabkan perubahan hormon seperti pil KB.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana melasma didiagnosis? Dokter biasanya cukup melakukan pemeriksaan dengan melihat langsung bercak-bercak yang muncul pada kulit Anda.

Untuk memudahkan, dokter juga biasanya akan memeriksa bercak di bawah alat khusus bernama wood’s lamp.

Wood’s lamp adalah jenis lampu dengan cahaya khusus yang dapat memeriksa infeksi dan menentukan berapa banyak lapisan kulit yang terkena melasma.

Untuk memeriksa kondisi kulit yang serius, dokter juga dapat melakukan biopsi. Cara ini akan menggunakan pengangkatan sepotong kecil kulit yang terkena untuk diuji.

Apa saja pengobatan untuk penyakit ini?

Kondisi ini dapat menghilang dengan sendirinya. Ini sering kali terjadi ketika pemicu yang menjadi penyebab melasma, seperti kehamilan atau pil KB, telah selesai (pasien tidak lagi terpapar pemicunya).

Namun, sebagian orang memiliki bercak ini selama bertahun-tahun (bahkan seumur hidup).

Jika melasma tidak menghilang atau seorang wanita ingin tetap menggunakan pil KB, pengobatan melasma adalah sebagai berikut.

Hydroquinone

Obat pertama yang lazim untuk mengobati melasma adalah hydroquinone. Obat ini dioleskan pada kulit dan bekerja untuk mencerahkan kulit.

Hydroquinone bisa ditemukan dalam bentuk krim, losion, gel, atau cairan. Terkadang, Anda bisa menggunakan produk perawatan dengan kandungan hydroquinone yang bisa dibeli tanpa resep dokter.

Namun, produk yang dijual bebas tidak mengandung hydroquinone sebanyak produk yang diresepkan dermatologis.

Tretinoin dan kortikosteroid

Selain hydroquinone, dokter juga akan meresepkan obat pendamping yang membantu mencerahkan warna kulit. Obat ini bisa jadi tretinoin atau kortikosteroid.

Terkadang satu obat mengandung tiga komponen sekaligus (hydroquinone, tretinoin, dan kortikosteroid). Campuran ini sering kali disebut triple cream.

Obat salep lainnya

Dermatologis Anda dapat meresepkan asam azelaic atau asam kojic untuk membantu mencerahkan kondisi kulit ini.

Tinggalkan Balasan