Akses Tol Pattimura Salatiga Mulai Konstruksi untuk Pangkas Waktu Tempuh

Tol Pattimura Salatiga
Tol Pattimura Salatiga

TABLOIDELEMEN.COM – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum memulai pembangunan akses Tol Pattimura di Salatiga sebagai bagian pengembangan jaringan Tol Semarang-Solo.

Proyek ini bertujuan meningkatkan konektivitas serta mempermudah aksesibilitas menuju pusat Kota Salatiga.

Kehadiran jalur baru tersebut memegang peran penting dalam mengurai arus kendaraan.

“Kehadiran akses ini akan memperpendek waktu tempuh masyarakat dari dan menuju Kota Salatiga dan mengurangi kepadatan lalu lintas di akses tol eksisting, khususnya Gerbang Tol Salatiga,” tulis akun resmi @pupr_bpjt.

Selain mobilitas, proyek senilai Rp113,35 miliar ini akan memacu pertumbuhan ekonomi lokal, sektor pariwisata, serta investasi.

Bacaan Lainnya
Milo

Pekerjaan fisik sendiri sudah berlangsung sejak April 2026 dengan mengawali pembersihan lahan serta mobilisasi alat berat.

Jalur sepanjang 1,66 km ini mencakup ramp on 661 meter dan ramp off 998 meter.

Target penyelesaian pengerjaan jatuh pada Januari 2027 dengan standar kualitas tinggi.

“Kami memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan standar pelayanan minimal jalan tol dan kami juga melaksanakan pembangunan dengan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya,” tegas pihak BPJT.

Instansi tersebut terus menjalin koordinasi lintas sektor guna menjamin integrasi jalur terhadap jaringan jalan nasional.

Pihaknya juga mendorong agar pembangunan ini tidak hanya berfokus pada konstruksi.

“Tetapi juga memperhatikan integrasi dengan jaringan jalan nasional dan daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” jelasnya.

Namun, akses baru ini hanya melayani kendaraan dari arah Semarang atau Jakarta. Pengendara asal Solo maupun Surabaya tetap harus menggunakan Gerbang Tol Salatiga seperti biasa.

Pembatasan arah ini memiliki tujuan strategis agar arus dari utara langsung menyentuh denyut ekonomi kota.

Pihak otoritas mengungkapkan alasan teknis mengenai kebijakan tersebut.

Karena akses Tol Pattimura hanya bisa kendaraan dari Semarang/Jakarta agar kendaraan bisa langsung menuju pusat kota Salatiga.

“Tanpa harus memutar jauh, dan tentunya dapat mendorong berbelanja di pusat kota, sehingga UMKM dan usaha lokal bisa bergerak lebih,” pungkasnya.

Pos terkait

Milo