Evaluasi Performa Arus Mudik
Data menunjukkan bahwa puncak gelombang pertama arus balik telah terlampaui pada 24 Maret 2026 (H+3).
Saat itu, volume kendaraan mencapai angka 256.338 unit, atau mengalami penurunan sebesar 5,9 persen daripada tahun lalu.
Pola ini mengindikasikan bahwa distribusi pergerakan kendaraan mulai merata dan tidak lagi berpusat pada satu waktu tertentu.
Meski demikian, total kendaraan yang mengarah ke Jakarta secara keseluruhan menyentuh angka 1,96 juta unit, naik sekitar 6 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Keberhasilan pengelolaan mobilitas tahun ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor dan penggunaan teknologi canggih dalam memantau titik-titik rawan.
Pratikno mengapresiasi penurunan angka kecelakaan sebesar 16 persen, yakni dari 31 kejadian menjadi 26 kejadian, meskipun jumlah pemudik terus bertambah.
“Alhamdulillah, arus mudik berjalan lancar dan aman. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik meningkat. Namun kasus kecelakaan justru menurun,” katanya.
“Ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi tetap bisa terkelola dengan baik dan semakin aman,” imbuh Pratikno.
Pratikno juga memerintahkan jajaran petugas lapangan agar tetap mempertahankan kewaspadaan penuh.
Pengelolaan data secara cerdas menjadi kunci utama agar pelayanan tetap optimal hingga seluruh rangkaian libur Lebaran berakhir.
“Sekarang kita masuk tahap arus balik. Kami mengajak aparat untuk tetap fokus, melanjutkan kerja keras dan kerja cerdas berbasis data,” tegas Pratikno menutup peninjauan tersebut.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News



















